GLOBAL WARMING PDF Print E-mail
Written by Sanggar Siswa   
Monday, 07 January 2008 22:31

GLOBAL WARMING

Tanda Awal Kiamat ?


Global Warming atau Pemanasan Global adalah peristiwa meningkatnya temperatur atau suhu udara rata-rata di atmosfer, laut dan daratan bumi. Faktanya, temperatur rata-rata global permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 ° C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Artinya, bencana tersebut sudah di ambang pintu alias di depan mata.
Diperkirakan 30 tahun mendatang air laut naik 10 meter. Akan sanggup menenggelamkan demikian banyak wilayah di Indonesia, bahkan dunia. Jakarta, Surabaya, Tokyo, Hongkong, New York, bakal tenggelam. Jika peristiwa itu benar terjadi, sama artinya tragedi bagi umat manusia di bumi.
Persiapan dan aksi nyata apa untuk menghadapi datangnya tragedi mengerikan tersebut?

Dalam Sanggar Siswa Edisi kali ini, kami mengangkat thema Global Warming atau Pemanasan Global. Dikerjakan para jurnalis muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, alam sekitarnya, dan terhadap bumi yang hanya satu ini.

"Sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 disebabkan meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.” Demikian kesimpulan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Kesimpulan dasar tersebut disampaikan 30 badan ilmiah dan akademik. Termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Model iklim yang dijadikan acuan proyek IPCC menunjukkan temperatur permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Hasil yang berbeda diakibatkan penggunaan skenario-skenario berbeda dari emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang. Juga akibat model-model sensitivitas iklim yang berbeda pula.

Sebagian besar penelitian fokus pada periode hingga 2100. Pemanasan dan kenaikan permukaan air laut akan berlanjut selama lebih dari seribu tahun ke depan jika tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan. Meningkatnya temperatur global akan menyebabkan perubahan-perubahan lain. Seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi. Dampak lain terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.

Bahkan menurut penuturan Al Gore (mantan wapres Amerika Serikat era Clinton), beberapa tahun sebelumnya dia mendapat laporan dari para ilmuwan bahwa es di kutub utara akan habis mencair pada akhir abad 21. Namun tiga tahun lalu, batas waktu itu bergeser menjadi tahun 2050 Dan pada pertengahan Desember 2007 lalu dia mendapat laporan, salju kutub utara dan selatan bisa lenyap sama sekali dalam lima atau tujuh tahun lagi.


APA KATA USTADZ TENTANG GLOBAL WARMING?


TANDA AWAL KIAMAT !!!

“Ketika agama mulai ditinggalkan, dan manusia tidak lagi berpegang pada Sunatullah, maka itulah awal terjadinya kiamat.” Demikian kata ustadz, dosen, sekaligus peneliti sosial masalah dinamika kepemudaan, Iip Wijayanto.

Ditemui di kediamannya di Dusun Jaranan Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta, ustadz Iip sedang berpakaian santai berkaos dan pake sarung menegaskan, pemanasan global seperti yang terjadi sekarang adalah salah satu dari tanda-tanda kiamat.

Bagaimana pendapat ustadz tentang pemanasan global?

”Pemanasan global merupakan akibat dari sifat serakah manusia yang memanfaatkan alam tanpa batas, penggunaan alat-alat rumah tangga tanpa perhitungan, sehingga menyebabkan efek rumah kaca.”

Lantas apakah tentang pemanasan global dan dampaknya sudah tersurat dalam Al Qur’an maupun As Sunnah?

”Sudah. Allah menegaskan terutama dalam QS Ar Ruum:41 yang artinya, ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Selain itu dalam QS Al A’raf:85 yang artinya, ” Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".

Terus menurut ustadz sendiri bagaimana?

”Itulah peringatan Allah kepada manusia. Bahwa bencana dan kesusahan adalah akibat dari kelalaian manusia. Dan agar manusia tidak lagi membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.”

Menutup perbincangan, ustadz Iip kembali membacakan seuah ayat, QS Al Fushilaat: 13 yang artinya, ”Jika mereka berpaling maka katakanlah: "Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum 'Aad dan Tsamud".


(Sanggar Siswa tentang Global Warming selengkapnya dapat anda baca dalam Majalah Siswa Edisi Januari 2008).
Last Updated on Tuesday, 08 January 2008 01:14
 

Comments  

 
0 #1 anang 2010-12-20 20:01
:) untuk menghadapi masalh global worming,yang mna manusi sudah menyalh gunaknnya,karna tangn manusialah alm ini rusak,,padahl banyak dari berbagai eleman masyarakat,dan instansi pemerintah tuk menggulanginya, ,baik di kancah tingkat nasional maupun internasional,, namun hal ini masih mengancam bnayk pihak,,oleh sebab itu say sarankan untuk banyka mengingat allah tuhan semesta alm,kembalikan pada kitab suci al qur\'an yang menjadi landasan,karna dlm alqu\'an sudah tertera lengkap,solusin ya,,.ayo jangn jadikan tragedtragedi nabi nuh
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Testimonials

Kalau dulu tidak ada orang yang bernama Suwardi Suryanigrat yang kemudian menjadi Ki Hadjar Dewantara, keadaan pergerakan kebangsaan Indonesia niscaya tak akan seperti yang kita alami.

- Bung Karno (Presiden RI pertama) -

Last Comment

Statistics

Members : 4
Content : 43
Web Links : 18
Content View Hits : 126647